Praktik Etnoreligi Komunitas Adat Sumping Layang Dalam Perspektif Teologi Kontekstual

Yanto Sandy Tjang

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik etnoreligius komunitas adat Sumping Layang di Desa Kedang Ipil, Kalimantan Timur, yang mencakup tiga ritual utama, yakni Nutuk Beham (ritual panen), Muang (ritual kematian), dan Belian Namang (ritual penyucian arwah). Ketiga ritual tersebut tidak hanya merefleksikan relasi spiritual masyarakat dengan alam dan leluhur, tetapi juga mengungkap dinamika iman lokal yang terus berkembang. Dengan menggunakan pendekatan teologi kontekstual, penelitian ini menafsirkan makna simbolik dan spiritual dari praktik-praktik tersebut dalam perspektif iman Katolik. Mengacu pada kerangka teologi kontekstual yang dikembangkan oleh Stephen B. Bevans serta prinsip inkulturasi sebagaimana digagas oleh Konsili Vatikan II, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik etnoreligius Sumping Layang dapat dipahami sebagai semina Verbi (benih Sabda) yang berpotensi untuk disinergikan dengan pesan Injil. Inkulturasi dalam konteks ini diposisikan sebagai strategi teologis yang signifikan untuk menjembatani iman Katolik dengan kearifan lokal tanpa meniadakan identitas budaya masyarakat adat. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan Gereja secara kontekstual melalui dialog dan pendampingan yang bersifat partisipatif dan membebaskan. Selain itu, hasil penelitian ini juga menyoroti bahwa praktik etnoreligius bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga merupakan medium pewahyuan ilahi serta ekspresi spiritualitas yang berakar pada konteks lokal.


Keywords


Etnoreligi, Inkulturasi, Komunitas Adat, Teologi Kontekstual, Sumping Layang.

References


Abdillah, A. N., & Izah, S. A. (2022). Dinamika hubungan antara agama lokal, agama resmi, dan negara. Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, 7(1), 132–150. https://doi.org/10.14421/mjsi.71.2966

Ariyanti, D. (2018). Fungsi Tari Belian Namang pada masyarakat Kedang Ipil di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. JOGED, 12(2), 797–809. https://doi.org/10.24821/joged.v9i2.2546

Badan Registrasi Wilayah Adat. (2025). Badan Registrasi Wilayah Adat. https://brwa.or.id/wa/view/WmZnRXljazJtbmc

Bevans, S. B. (2002). Model-model teologi kontekstual (Y. M. Florisan, Penerj.). Maumere: Penerbit Ledalero.

Dister, N. S. (2011). Pengantar teologi. Yogyakarta: PT Kanisius.

Francis. (2013). Evangelii gaudium. Vatican: Libreria Editrice Vaticana.

Francis, P. (2016). Amoris laetitia. Vatican: Libreria Editrice Vaticana.

Hartatik. (2017). Jejak budaya Dayak Meratus dalam perspektif etnoreligi. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

John Paul II. (1999). Ecclesia in Asia. Vatican: Libreria Editrice Vaticana.

Kasdie, M., Warsono, T. S., Sumampau, G., & Partha, N. (1999). Perubahan nilai upacara tradisional pada masyarakat suku Kutai di Desa Kedang Ipil. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Konsili Vatikan II. (1992). Dekrit tentang karya misioner Gereja Ad Gentes. Dalam R. Hardawiryana (Penerj.), Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Mary, B. D. (2011). Inculturation or syncretism: New wine in new wineskin. Studia Philosophica et Theologica, 11(2), 171–186. https://doi.org/10.35312/spet.v11i2.69

Paul VI. (1965a). Dei verbum. Vatican: Libreria Editrice Vaticana.

Paul VI. (1965b). Gaudium et spes. Vatican: Libreria Editrice Vaticana.

Paul VI. (1975). Evangelii nuntiandi. Vatican: Libreria Editrice Vaticana.

Setyawati, M. (2023). Analisis tuturan mantra upacara Nutuk Beham masyarakat suku Kutai Adat Lawas Desa Kedang Ipil Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies, 6(1), 25–33. https://doi.org/10.30872/adjektiva.v6i1.2112

United States Conference of Catholic Bishops. (2024). Keeping Christ’s sacred promise: A pastoral framework for Indigenous ministry. Washington, DC: United States Conference of Catholic Bishops.

Widjono, H. R. (2024). Melawan dari kampung halaman: Mempertahankan warisan peradaban Kutai Adat Lawas. Samarinda: Komunitas Kutai Adat Lawas Sumping Layang Solidaritas Kedang Ipil.




DOI: https://doi.org/10.47025/fer.v10i2.183

Refbacks

  • There are currently no refbacks.