Misi Holistik dan Dimensi Ekologis : Membangun Kesadaran Ekoteologi dalam Pelayanan Gereja Masa Kini

Yosef Antonius

Abstract


Penelitian berjudul “Misi Holistik dan Dimensi Ekologis: Membangun Kesadaran Ekoteologi dalam Pelayanan Gereja Masa Kini” ini berupaya menegaskan urgensi pelayanan yang mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia sekaligus lingkungan. Dalam konteks ini, penginjilan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan rohani, tetapi juga menyentuh aspek menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari karya keselamatan Allah. Dengan demikian, penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara teologi penciptaan dengan tanggung jawab ekologis yang harus dijalankan oleh umat manusia. Gereja pun dapat mengambil peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran ekologis dan mendorong upaya pelestarian ciptaan Tuhan bahkan pelestarian alam tersebut memberikan keuntungan dan memenuhi kebutuhan umat manusia. Penelitian ini berdasarkan telaahan dari berbagai sumber literatur teologis dan etika lingkungan guna memahami bagaimana ajaran Alkitab mengenai penciptaan dapat membangun kesadaran ekoteologi dalam pelayanan gereja masa kini termasuk juga menelaah keterkaitan dampak yang ditimbulkan penggunaan sumber daya air dari alam untuk kepentingan umat manusia sebagai ciptaanNya dalam pelestarian alam serta dampak pelayanan penginjilan gereja. Implementasi kesadaran ekoteologinya dapat diwujudkan dalam penerapan energi terbarukan (renewable energy) sebagai praktik nyata pelestarian lingkungan gereja masa kini. Fokus utama kajian ini ialah menafsirkan teologi penciptaan karya Allah sebagai landasan bagi komitmen ekoteologis dan perjuangan keadilan lingkungan dalam kehidupan iman Kristen. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa teologi penciptaan karya Allah menyajikan dasar teologis yang kokoh untuk tanggung jawab ekologis, dengan menekankan posisi manusia sebagai pengelola bumi yang berkewajiban memelihara harmoni ciptaan Allah. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti kerentanan kelompok masyarakat akibat degradasi lingkungan, sekaligus menggarisbawahi pentingnya aksi kolektif serta advokasi gereja dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang lingkungan yang adil dan berkesinambungan. Sebagai penutup, penelitian ini menekankan bahwa integrasi antara prinsip teologis dan tindakan nyata pelestarian lingkungan sangat diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan ekologis yang muncul di era kontemporer gereja masa kini.


Keywords


Ekoteologi holistik; Ekologis Penciptaan; Pemeliharaan; Lingkungan; Ekologis kontemporer; renawable energy

References


Ariwidodo. (2014) “Relevansi Pengetahuan Masyarakat Tentang Lingkungan Dan Etika Lingkungan Dengan Partisipasinya Dalam Pelestarian Lingkungan” Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Dan Keagamaan Islam, 11(1), 1-20.

Azhar,Basyir, M. D., & Alfitri, A. (2015) “Hubungan Pengetahuan Dan Etika Lingkungan Dengan Sikap Dan Perilaku Menjaga Kelestarian Lingkungan” Jurnal Ilmu Lingkungan, 13(1), 36-41.

Agustin Soewitomo Putri, “Penyelamatan Bumi dan Isinya dalam Pandangan Ekoteologi: Sebuah Analisis Biblikal,” Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (December 2020): 180

Apner, Grets Janialdi. “Gereja Eko-Misional: Sebuah Tawaran Teologi Misi Ekologi Berdasarkan Eko-Hermeneutik Terhadap Kejadian 1:27-28 Dan 2:15.” DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 7, no. 1 (July 13, 2022): 171–83. https://doi.org/10.30648/dun.v7i1.659.

Asdak, C. (2002). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Badan Standarisasi Nasional. (1992). “Metode pengukuran debit sungai dan saluran terbuka dengan alat ukur arus tipe baling-baling”. SNI 03-2819-1992.

Baskoro, P. K. (2021). Tinjauan Teologis Konsep Keselamatan Menurut Roma 10:9 dan Implikasinya Bagi Penginjilan Masa Kini. Jurnal Teologi (JUTEOLOG), 2(1).

Budiman, Sabda, Kiki Rutmana, and Kristian Kariphi Takameha. “Paradigma Berekoteologi Dan Peran Orang Percaya Terhadap Alam Ciptaan: Kajian Ekoteologi.” Jurnal Borneo Humaniora 4, no. 1 (November 21, 2021): 20-28. https://doi.org/ 10.35334/borneo_humaniora.v4i1.1894.

Cahyono, Dwi Budhi. “Eko-Teologi John Calvin: Dasar Kekristenan Dalam Tindakan Ekologi (Sebuah Respon Kekristenan Terhadap Tindakan Ekologi).” Diegesis : Jurnal Teologi 6, no. 2 (August 31, 2021): 72–88. https://doi.org/10.46933/DGS.vol6i272-88.

Chaplin, Jonathan. “The Global Greening of Religion.” Palgrave Communications 2, no. 1 (July 12, 2016): 16047. https://doi.org/10.1057/palcomms.2016.47.

Christie, Ian, Richard M. Gunton, and Adam P. Hejnowicz. “Sustainability and the Common Good: Catholic Social Teaching and ‘Integral Ecology’ as Contributions to a Framework of Social Values for Sustainability Transitions.” Sustainability Science 14, no. 5 (September 4, 2019): 1343–54. https://doi.org/10.1007/s11625-019-00691-y.

Faizah,U.(2020) “Etika Lingkungan Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Menurut Perspektif Aksiologi” Jurnal Filsafat Indonesia, 3(1), 14-22.

Gill, D. (2000). “Becoming God”: Building Moral Character. IVP Books.

Haq, M. N. (2022). “Etika Pertemanan di Era Imaginative Truth”. Academia.

Hudha, A. M., & Rahardjanto. (2018). “Etika Lingkungan” (Teori Dan Praktik Pembelajarannya). Ummpress, 1

Geospasial, B. I. (2016, 12 10). Peta Geologi Regional Propinsi. Retrieved from http://tanahair.indonesia.go.id/home/

Hasan, I. (2013). Analisis data penelitian dengan statistik. Bumi Aksara.

Harvey, Adam. 1990. Microhydro Power Design Manual. England

Hutagalung, P. (2020). PEMURIDAN SEBAGAI MANDAT MISI MENURUT MATIUS 28:18-20. Jurnal Teologi Kristen, 2(1).

Lumintang, Stevri Indra. Teologi Penelitian dan Penelitian Theologis. Jakarta: Geneva Insani Indonesia, 2016.

Marpaung, A., Maha, & Widayati. (2024). Analisis ekolinguistik kritis: Dalam konteks pemberitaan lingkungan “Kaltim Green” di media online. Jurnal Risalah, 10(6), 1665-1674. https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v10i4.1209

Masturi. (2023). Wawasan konservasi alam dan lingkungan hidup. Pusat Kajian Lingkungan PTIQ. https://repository.ptiq.ac.id

Mayring, P. (2021). Qualitative Content Analysis: A Step-by-Step Guide (2nd ed.). SAGE.

M. Widyastuty, Setyawan Purnama, dkk. Hidrologi. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, 2021.

Sagung Putri Chandra Atiti, S.T., M.Si, Dr. Ir. I Gusti Ngurah Kerta Arsana,M.T. “Hidrologi dan Hidrogeologi” Penerbit Kaizen Media Publishing, Bandung 2022

Sosrodarsono, Ir. Suyono. 1987. Hidrologi Untuk Pengairan. Jakarta. PT. Pradnya Paramita.

Stott, John. “Isu-Isu Global”. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2015.

Tucker, M. E., & Grim, J. (2014). Ecology and religion. Island Press.

Undang-Undang No 30 tahun 2009, “tentang Ketenaga listrikan” mengatur penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik di Indonesia, termasuk pembangkitan, transmisi, distribusi, dan penjualan tenaga listrik. Jakarta 2009

Utomo, Bimo Setyo. “Tafsir Kejadian 2:15 Sebagai Konstruksi Memahami Pelayanan dan Tanggung Jawab Orang Percaya terhadap Lingkungan.” BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 3, no. 2 (December 2020): 230–245.

Yuono, Yusup Rogo. “Melawan Etika Lingkungan Antroposentris Melalui Interpretasi Teologi Penciptaan Sebagai Landasan Bagi Pengelolaan-Pelestarian Lingkungan.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 2, no. 1 (June 18, 2019): 186–206. https://doi.org/10.34081/fidei.v2i1.40.




DOI: https://doi.org/10.47025/fer.v11i1.190

Refbacks

  • There are currently no refbacks.