PENDIDIKAN GENDER BERBASIS BUDAYA TANIMBAR DALAM PERSPEKTIF TEORI KONSTRUKTIVISME
Abstract
Tulisan ini mengkaji pendidikan gender berbasis budaya Tanimbar melalui perspektif konstruktivisme untuk memahami bagaimana pemaknaan kesetaraan gender dibangun dari pengalaman, simbol, dan praktik budaya lokal. Meskipun masyarakat Tanimbar memiliki struktur sosial yang cenderung patrilineal, berbagai kearifan lokal seperti konsep ompok ain–udan ain, relasi duan–lolat, serta simbolisme kain tenun menempatkan perempuan sebagai pusat kehidupan, pelindung, dan penjaga harmoni dalam kosmologi Tanimbar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap literatur terbit tahun 2020–2025 dan beberapa referensi klasik untuk menelusuri narasi budaya dan konstruksi peran perempuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya Tanimbar secara konsisten menghadirkan perempuan sebagai entitas bernilai tinggi yang berperan dalam reproduksi sosial, kesuburan, dan stabilitas komunitas. Melalui kerangka konstruktivisme, pengetahuan gender dipahami sebagai hasil interaksi individu dengan pengalaman historis-budaya dan interpretasi atas realitas sosial. Temuan ini membuka peluang integrasi nilai budaya lokal ke dalam kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk membangun pemahaman gender yang kontekstual dan reflektif. Studi ini menegaskan bahwa pendidikan gender berbasis budaya Tanimbar merupakan pendekatan strategis dalam memperkuat kesetaraan gender secara holistik dan relevan, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Balik, Agustina and Yosia Hetharie. 2022. “Strengthening and Utilizing Original Tanimbar Woven Fabric as a Form of Preservation of Traditional Cultural Expression”. SASI Volume 28 Issue 1: 1-11.
Bayes, C. (2025). A Review of “ Education as the Practice of Eco-Social-Cultural Change ” - M. Fettes & S. Blenkinsop (2023). Education as the Practice of Eco-Social-Cultural Change. Palgrave . Australian Journal of Environmental Education, 41(4), 1020–1022. https://doi.org/10.1017/aee.2025.34
Dalimoenthe, Ikhlasiah. 2020. Sosilogi Gender. Jakarta:Bumi Aksara.
Drabbe, P. 1981. Etnografi Tanimbar. Terjemahan Karel Mouw. Jakarta.
Fraile, M., Castro, A. T., & Zuluaga, P. (2025). Beyond Likes: The Role of Influencers in Promoting Views about Feminism and Anti-feminism in Spain. Politics and Gender, 1(27). https://doi.org/10.1017/S1743923X24000539
Giani, M., Hope, D., & Skorge, O. S. (2022). Household education gaps and gender role attitudes. Political Science Research and Methods, 10(4), 823–830. https://doi.org/10.1017/psrm.2021.16
Holst, J. (2023). Towards coherence on sustainability in education: a systematic review of Whole Institution Approaches. In Sustainability Science (Vol. 18, Issue 2, pp. 1015–1030). Springer. https://doi.org/10.1007/s11625-022-01226-8
Jablonski, N. G. (2021). Skin color and race. American Journal of Physical Anthropology, 175(2), 437–447. https://doi.org/10.1002/ajpa.24200
Khaulasari, H., & Suhaeri, F. (2024). Mapping of Gender Inequality in Indonesia Based on Influencing Factors Using Geographically Weighted Ordinal Logistic Regression. Barekeng, 18(1), 233–244. https://doi.org/10.30598/barekengvol18iss1pp0233-0244
Mazzuca, C., Borghi, A. M., Van Putten, S., Lugli, L., Nicoletti, R., & Majid, A. (2024). Gender is conceptualized in different ways across cultures. Language and Cognition, 16(2), 353–379. https://doi.org/10.1017/langcog.2023.40
McKinnon, Susan. 1991. From a Shattered Sun, Hierarchy, Gender, and Alliance in the Tanimbar Islands. United States of America: The University of Wisconsin Press.
Mudjia, Rahardjo. 2025. Tanya Jawab Metodologi Penelitian Kualitatif. Mojokerto: Giri Prapanca Loka.
Renwarin, P. R. 1989. Life In The Saryamrene:An Anthropological exploration of the Yamdena. Leiden: University of Leiden, Institute of Cultural and social studies.
Prayogi, A., & Hasbulloh, M. (2023). Konstruksionisme Sebagai Paradigma Epistemologi: Konsep dan Penerapannya Dalam Penelitian Sosial (Vol. 6, Issue 1). https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpips/index
Siti, K., Hasanah, N., Hasanah, S. N., Latifah, D., Ummah, F., Azzahra, D. N., Nafis, A., Syahin, I., & Asitah, N. (2025). Artikel Nusantara Educational Review Kajian Literatur Komprehensif Integrasi Budaya Lokal dan Evaluasi Kompetensi dalam Outcome-Based Education. In NER (Vol. 3, Issue 1). https://journal.unusida.ac.id/index.php/ner/
Solichin, M. S. (2021). Paradigma Konstruktivisme Dalam Belajar dan Pembelajaran (A. Nurhadi, Ed.). Duta Media Publishing.
Suratnoaji, C., & Alamiyah, S. S. (2025). Mapping Indonesian Women’s Political Participation in the 2024 Presidential Election Based on Twitter Social Media Data Mining. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 41(1), 277–293. https://doi.org/10.17576/JKMJC-2025-4101-16
Suryana, E., Prasyur Aprina, M., & Harto, K. (2022). Teori Konstruktivistik dan Implikasinya dalam Pembelajaran (Vol. 5, Issue 7). http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id
Swekan, Max Wa, et al. 2023. “Symbolic Meaning, Social Culture, and Benefit on Economic Tanimbar Woven Fabric”. Technium Social Sciences Journal, Vol 39: 538-545.
Wooltorton, S., Stephenson, L., Ardzejewska, K., & Collard, L. (2025). Kaartdijin Bidi (Learning Journey): Place-based Cultural Regeneration at University. Australian Journal of Environmental Education, 1(21). https://doi.org/10.1017/aee.2024.78
DOI: https://doi.org/10.47025/fer.v11i1.199
Refbacks
- There are currently no refbacks.




